Syetan Takut Sama Gunting? mitos atau fakta ?
bener gak sih tentang mitos indonesia yang satu ini tentang Katanya,Syetan Takut Sama Gunting? mitos atau fakta ?
gunting atau peniti yang dibawa oleh ibu hamil, dan gunting
yang diletakkan di bawah alas tidur bayi, bisa menjaga seorang ibu dan
janinnya atau bayi yang baru lahir dari gangguan syetan. Menurut mereka
yang mempercayai hal itu, katanya; karena syetan takut kepada gunting,
peniti, atau benda-benda tajam.
Realita sebagian masyarakat,
biasanya ibu muda yang baru hamil atau yang sedang menyusui anak
dianjurkan oleh orang-orang tua untuk membawa gunting ketika keluar
rumah atau ketika buang hajat.
Kepercayaan seperti itu telah menjadi
tradisi turun temurun di sebagian masyarakat kita. Baik di pedesaan
maupun di perkotaan. Bahkan di beberapa tempat, hal itu masih lazim
terjadi sampai saat ini.
Lalu timbul pertanyaan. Mengapa
harus gunting? Bisakah posisinya digantikan oleh benda tajam lainnya
seperti pisau, golok, clurit atau bahkan senjata api?
Diantara mereka ada yang mengatakan, bahwa karena gunting mudah dibawa,
digembol (dimasukkan) ke dalam baju. Sedang pedang atau clurit itu
kebesaran.
Bagi kalangan muslim, kepercayaan seperti itu tentu tidak benar. Apalagi, bila kepercayaan itu bersumber atas dasar “Katanya”.
Dalam pandangan Syari’at Islam, sekali lagi, ini masuk ke dalam permasalahan syirik.
Karena telah meyakini suatu benda bisa mendatangkan manfaat atau
madharat dalam hal apa-apa yang hanya bisa dilakukan oleh Allah.
Sementara bila alasannya adalah untuk melestarikan apa yang telah
diajarkan para pendahulu kita, maka sebagai muslim, parameter yang harus
dipakai adalah kitab Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Artinya, bila
sesuatu itu dibenarkan oleh keduanya, maka kita ikuti. Bila tidak, harus
ditinggalkan. Apalagi sampai ke tingkat kemusyrikan.
Selain
itu, membawa gunting atau peniti bagi ibu hamil atau ibu yang sedang
menyusui justru bisa berbahaya bagi sang ibu, atau bagi sang bayi itu
sendiri. Alih-alih mau selamat, bisa-bisa justru sebaliknya.
Sebab, seorang ibu hamil tentu mengalami kepayahan, demikian juga ibu
yang menyusui. Dalam kondisi itu sangat berbahaya kalau tiba-tiba
gunting yang dibawanya justru melukai dirinya sendiri. Demikian juga
peniti yang ia bawa. Akhirnya, secara duniawi celaka, secara agama bisa
terjebak ke dalam kemusyrikan.
Maka tetap waspadalah dengan segala susuatu yang sumbernya hanya “katanya”.
Kalau memang perlu membawa gunting untuk dipakai kebutuhan tertentu,
sah-sah saja. Tetapi jangan sampai ada keyakinan kemusyrikan dibaliknya.
Justru, syetan
semakin senang melihat manusia yang menggantungkan keselamatannya kepada
gunting, dan ia bukannya malah takut kepada gunting itu.
Tegakah seorang ibu menodai diri sendiri dan belahan hatinya, yang
masih di perut maupun yang sudah lahir dengan amal-amal yang musyrik?
Rasulullah pernah mengingatkan, “Barangsiapa menggantungkan
keselamatanya kepada sesuatu, maka Allah akan menyerahkan dirinya kepada
apa yang ia bergantung kepadanya itu.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar